Kelompok
Manusia
Manusia, merupakan makhluk sosial yang mana memenuhi kebutuhan dengan salaing berketergantungan satu sama lain. Hal tersebut dilakukan dalam rangka uuntuk mempertahankan status hidup manusia. Tidak jauh berbeda dengan makhluk lain yang ada di dunia ini, terutama hewan. Hewan juga merupakan contoh dasar makhluk hidup yang menunjukkan adanya kelompok sosial dengan perbedaannya kelompok mereka memiliki struktur yang lebih sederhana dibanding dengan kelompok sosial manusia.
Dalam status hubungan sosial yang terdapat dalam kelompok manusia memiliki struktuk yang sangat komplek. Struktur komplek dari kelompok manusia terbentuk dari keinginan manusia itu sendiri. Keinginan manusia yang timbul dalam membentuk kelompoknya merupakan kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak tersebut dengan sadar dianggap sesuatu yang benar. Sedangkan keinginan membentuk kelompok kebenaran mutlak tanpa sadar juga sering dianggap sesuatu yang salah.
Manusia, merupakan makhluk sosial yang mana memenuhi kebutuhan dengan salaing berketergantungan satu sama lain. Hal tersebut dilakukan dalam rangka uuntuk mempertahankan status hidup manusia. Tidak jauh berbeda dengan makhluk lain yang ada di dunia ini, terutama hewan. Hewan juga merupakan contoh dasar makhluk hidup yang menunjukkan adanya kelompok sosial dengan perbedaannya kelompok mereka memiliki struktur yang lebih sederhana dibanding dengan kelompok sosial manusia.
Dalam status hubungan sosial yang terdapat dalam kelompok manusia memiliki struktuk yang sangat komplek. Struktur komplek dari kelompok manusia terbentuk dari keinginan manusia itu sendiri. Keinginan manusia yang timbul dalam membentuk kelompoknya merupakan kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak tersebut dengan sadar dianggap sesuatu yang benar. Sedangkan keinginan membentuk kelompok kebenaran mutlak tanpa sadar juga sering dianggap sesuatu yang salah.
Kebenaran mutlak
manusia terhadap keinginan membentuk kelompok yang berbeda antara
satu dan yang lainnya diakibatkan oleh adanya paham dan nilai-nilai
yang dianut oleh manusia. Perbedaan tentang keinginan ini muncul
akibat paham manusia yang mempengaruhi pola berpikir manusia. Pola
pikir manusia sering kali dipengaruhi oleh ilusi atau anggapan
manusia terhadap sesuatu yang manusia hadapi didasarkan oleh paham
dan nilai yang dianut manusia sebelumnya. Saling mempengaruhi juga
merupakan salah satu bentuk pola yang masuk dalam paham manusia.
Pola-pola paham
serta nilai akan kebenaran mutlak dalam pembentukan kelompok manusia
membentuk struktur yang kadang sangat komplek dan selalu beruah-ubah.
Perubahan-perubahan yang terjadi mencakup banyak aspek. Aspek-aspek
perubahan kelompok manusia didasari dari keadaan sadar dan atau tidak
sadar dari manusia di dalamnya. Keadaan sadar dan atau tidak sadar
ini merupakan penyebab timbulnya anggapan atau pandangan berbeda
tentang kebenaran mutlak. Perbedaan ini secara dinamis menyesuaikan
dengan keadaan yang sedang, akan, atau dan telah berlaku juga
mencakup perumpaan akan situasi yang ada.
Perbedaan yang
muncul pada saat pembentukan kelompok manusia sulit uuntuk dikenali
oleh manusia itu sendiri. Pengenalan ini bersifat tidak pasti
tergantung dari layer manusia mana yang ditentukan. Selain layer
manusia, hal lain yang berpengaruh juga merupakan pola pikir dari
sudut pandang keadaan.
Perbedaan saat
pembentukan kelompok manusia secara sederhana digambarkan sebagai
hal-hal yang yang ada dan terjadi setiap saat. Hal-hal yang terjadi
setiap saat seperti persamaan dan perbedaan. Persamaan dan perbedaan
merupakan dasar dari pembentukan kelompok manusia. Karena aspek dasar
inilah yang juga berlaku pada pembentukan kelompok secara universal.
Aspek dasar
pembentuk kelompok sosial sering kali tidak diakui oleh kelompok
manusia itu sendiri. Tidak diakui aspek ini dipengaruhi dari
kesadaran dan atau ketidaksadaran manusia sebelumnya.
Contoh cerita:
Disatu kelas dalam
suatu sekolah sedang mengadakan jam olahraga, mereka dengan semangat
mengikuti jam olahraga yang mana akan dilakukan pengamilan nilai.
Setelah kegiatan
pengambilan nilai berakhir siswa-siswi tersebut masih belum
diperkenankan memasuki ruang kelas dikarenakan batas waktu jam
olahraga belum berakhir.
Siswas-siswi
tersebut pun beristirahat dilapangan. Mereka beristirahat dan
bercengkrama bersama teman mereka. Terlihatlah ada yang berteduh di
bawah pohon, ada yang bercerita di lapangan, dan lain-lain.
Dimulailah
bercerita suatu siswa-siswi di dekat pohon.
Siswa A: “apakah
kamu tahu bahwa film 'x' akan keluar seri terarunya? Aku tadi malam
mengetahuinya dari suatu group internet.”
Siswa B: “aku
tidak tahu, dan aku sebenarnya lebih suka film 'y' jadi aku kurang
mengikuti berita film 'x'.”
Lalu terdengarlah
pembicaraan siswi yang ada dibelakang siswa tadi.
Siswi A: “lihat
kelas kita sangat kentara perpecahannya.”.
Siswi B: “iya,
banyak yang membat kerumunan mereka sendiri”
Siswa pun langsung
menyambung pemaparan siswi tersebut.
Siswa A: “bukan
begitu, mereka hanya sedang istirahat biasa. Habis olahraga pasti
lelah”
Siswa B: “itu
merupakan suatu hal yang wajar kalau mereka membentuk keruman mereka
sendiri,
karena secara
sadar dan atau tidak sadar siswa-siswi akan berkerumun dengan siswa-
siswi yang
memiliki hobi pembicaraan, minat, atau kiat hidup yang sama. Seperti
contohnya
kamu suka film 'x' maka kamu akan berkerumun dengan orang yang juga
menyukainya di
internet, sedangkan aku menyukai film 'y' maka aku akan tidak
berkerumun
dengan orang di internet yang menyukai film 'x' tapi akan berkerumun
dengan orang
yang menyukai film 'y' juga”
Lalu setelah
mendengar tanggapan siswa maka para siswi itu pun lalu pergi dari
daerah tersebut tanpa memberikan tambahan apapun.
Simpan materi dalam bentuk file:
0 komentar:
Posting Komentar