Rabu, 08 April 2015

Kelompok Manusia

Kelompok Manusia

Manusia, merupakan makhluk sosial yang mana memenuhi kebutuhan dengan salaing berketergantungan satu sama lain. Hal tersebut dilakukan dalam rangka uuntuk mempertahankan status hidup manusia. Tidak jauh berbeda dengan makhluk lain yang ada di dunia ini, terutama hewan. Hewan juga merupakan contoh dasar makhluk hidup yang menunjukkan adanya kelompok sosial dengan perbedaannya kelompok mereka memiliki struktur yang lebih sederhana dibanding dengan kelompok sosial manusia.

Dalam status hubungan sosial yang terdapat dalam kelompok manusia memiliki struktuk yang sangat komplek. Struktur komplek dari kelompok manusia terbentuk dari keinginan manusia itu sendiri. Keinginan manusia yang timbul dalam membentuk kelompoknya merupakan kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak tersebut dengan sadar dianggap sesuatu yang benar. Sedangkan keinginan membentuk kelompok kebenaran mutlak tanpa sadar juga sering dianggap sesuatu yang salah.

Kebenaran mutlak manusia terhadap keinginan membentuk kelompok yang berbeda antara satu dan yang lainnya diakibatkan oleh adanya paham dan nilai-nilai yang dianut oleh manusia. Perbedaan tentang keinginan ini muncul akibat paham manusia yang mempengaruhi pola berpikir manusia. Pola pikir manusia sering kali dipengaruhi oleh ilusi atau anggapan manusia terhadap sesuatu yang manusia hadapi didasarkan oleh paham dan nilai yang dianut manusia sebelumnya. Saling mempengaruhi juga merupakan salah satu bentuk pola yang masuk dalam paham manusia.

Pola-pola paham serta nilai akan kebenaran mutlak dalam pembentukan kelompok manusia membentuk struktur yang kadang sangat komplek dan selalu beruah-ubah. Perubahan-perubahan yang terjadi mencakup banyak aspek. Aspek-aspek perubahan kelompok manusia didasari dari keadaan sadar dan atau tidak sadar dari manusia di dalamnya. Keadaan sadar dan atau tidak sadar ini merupakan penyebab timbulnya anggapan atau pandangan berbeda tentang kebenaran mutlak. Perbedaan ini secara dinamis menyesuaikan dengan keadaan yang sedang, akan, atau dan telah berlaku juga mencakup perumpaan akan situasi yang ada.

Perbedaan yang muncul pada saat pembentukan kelompok manusia sulit uuntuk dikenali oleh manusia itu sendiri. Pengenalan ini bersifat tidak pasti tergantung dari layer manusia mana yang ditentukan. Selain layer manusia, hal lain yang berpengaruh juga merupakan pola pikir dari sudut pandang keadaan.

Perbedaan saat pembentukan kelompok manusia secara sederhana digambarkan sebagai hal-hal yang yang ada dan terjadi setiap saat. Hal-hal yang terjadi setiap saat seperti persamaan dan perbedaan. Persamaan dan perbedaan merupakan dasar dari pembentukan kelompok manusia. Karena aspek dasar inilah yang juga berlaku pada pembentukan kelompok secara universal.

Aspek dasar pembentuk kelompok sosial sering kali tidak diakui oleh kelompok manusia itu sendiri. Tidak diakui aspek ini dipengaruhi dari kesadaran dan atau ketidaksadaran manusia sebelumnya.

Contoh cerita:

Disatu kelas dalam suatu sekolah sedang mengadakan jam olahraga, mereka dengan semangat mengikuti jam olahraga yang mana akan dilakukan pengamilan nilai.
Setelah kegiatan pengambilan nilai berakhir siswa-siswi tersebut masih belum diperkenankan memasuki ruang kelas dikarenakan batas waktu jam olahraga belum berakhir.
Siswas-siswi tersebut pun beristirahat dilapangan. Mereka beristirahat dan bercengkrama bersama teman mereka. Terlihatlah ada yang berteduh di bawah pohon, ada yang bercerita di lapangan, dan lain-lain.

Dimulailah bercerita suatu siswa-siswi di dekat pohon.
Siswa A: “apakah kamu tahu bahwa film 'x' akan keluar seri terarunya? Aku tadi malam mengetahuinya dari suatu group internet.”
Siswa B: “aku tidak tahu, dan aku sebenarnya lebih suka film 'y' jadi aku kurang mengikuti berita film 'x'.”

Lalu terdengarlah pembicaraan siswi yang ada dibelakang siswa tadi.
Siswi A: “lihat kelas kita sangat kentara perpecahannya.”.
Siswi B: “iya, banyak yang membat kerumunan mereka sendiri”

Siswa pun langsung menyambung pemaparan siswi tersebut.
Siswa A: “bukan begitu, mereka hanya sedang istirahat biasa. Habis olahraga pasti lelah”
Siswa B: “itu merupakan suatu hal yang wajar kalau mereka membentuk keruman mereka sendiri,
karena secara sadar dan atau tidak sadar siswa-siswi akan berkerumun dengan siswa-
siswi yang memiliki hobi pembicaraan, minat, atau kiat hidup yang sama. Seperti
contohnya kamu suka film 'x' maka kamu akan berkerumun dengan orang yang juga
menyukainya di internet, sedangkan aku menyukai film 'y' maka aku akan tidak
berkerumun dengan orang di internet yang menyukai film 'x' tapi akan berkerumun
dengan orang yang menyukai film 'y' juga”

Lalu setelah mendengar tanggapan siswa maka para siswi itu pun lalu pergi dari daerah tersebut tanpa memberikan tambahan apapun.






Simpan materi dalam bentuk file:

Download Teori Kelompok Manusia.pdf 

0 komentar:

Posting Komentar