ABSTRAK
Kebutuhan akan makanan adalah kebutuhan primer bagi manusia. Dimana manusia tidak akan dapat bertahan hidup tanpa makanan. Demi memenuhi dorongan tersebut manusia akan selalu melakukan kegiatan makan tersebut.
Dalam memenuhi kegiatannya manusia tidak cukup hanya memakan satu jenis makanan saja. Manusia harus memenuhi kadar makanan tertentu yang dibutuhkan oleh tubuhnya agar manusia dapat melanjutkan kehidupannya. Kadar tersebut mau tidak mau harus dicukupi oleh manusia untuk dapat tetap terjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak terjadi kekurangan dan atau kelebihan pada kadar makanan tertentu.
Selain memenuhi kebutuhannya manusia terkadang selalu tidak memenuhi kadar gizi tertentu dikarenakan keinginannya akan makannya lain yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuh yang menyebabkan manusia mengalami kerusakan di beberapa bagian fungsional tubuh serta terkadang mentalnya.
Dengan demikian dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia tersebut maka kita dapat memanfaatkannya sebagaii peluang saha yang sangat menjanjikan untk dilakoni, sebut saja “Budidaya Jamur”. Selain rasanya yang memang enak jamur juga mengandung kadar bahan tertentu yang dibutuhkan tubuh. Tidak hanya hanya sebagai bahan biasa yang dibutuhkan tubuh jamur juga berfungsi sebagai antibiotik.
Manfaat dari peluang usaha ini sangatah besar dikarenakan usaha dibidang makanan akan selalu dibutuhkan oleh manusia. Selain itu buudidaya jamur juga bisa di bilang tidak sulit, bahkan cukup mudah karena idak terlalu membuutuhkn tempat yang besar serta cara pengelolaannya yang tidak memerlukan mesin canggih membuat peluang usaha ini masih terbuka lebar.
ISI
Membudidayakan jenis tanaman pakan untuk manusia ini bisa dibilang tidaklah sulit, selain cepat tumbuh juga tidak membutuhkan usaha yang terlalu besar. Dalam usaha ini biasanya untuk pemula hanya perlu membeli baklog atau media tanam jamur yang sudah siap panen atau tinggal ditunggu saja tumbuhnya dari pengusaha lain. Untuk kali ini adalah tahapan bagaimana kita menyiapkan jamur tersebut dari awal
Menyiapkan kumbung
Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Menyiapkan baglog
Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.
Cara merawat baglog
Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.
Panen budidaya jamur tiram
Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.
SOURCES
http://alamtani.com/cara-budidaya-jamur-tiram-putih.html
Download Peluang Usaha: Budidaya Jamur Enak Konsumsi dan Bergizi
Kebutuhan akan makanan adalah kebutuhan primer bagi manusia. Dimana manusia tidak akan dapat bertahan hidup tanpa makanan. Demi memenuhi dorongan tersebut manusia akan selalu melakukan kegiatan makan tersebut.
Dalam memenuhi kegiatannya manusia tidak cukup hanya memakan satu jenis makanan saja. Manusia harus memenuhi kadar makanan tertentu yang dibutuhkan oleh tubuhnya agar manusia dapat melanjutkan kehidupannya. Kadar tersebut mau tidak mau harus dicukupi oleh manusia untuk dapat tetap terjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak terjadi kekurangan dan atau kelebihan pada kadar makanan tertentu.
Selain memenuhi kebutuhannya manusia terkadang selalu tidak memenuhi kadar gizi tertentu dikarenakan keinginannya akan makannya lain yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuh yang menyebabkan manusia mengalami kerusakan di beberapa bagian fungsional tubuh serta terkadang mentalnya.
Dengan demikian dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia tersebut maka kita dapat memanfaatkannya sebagaii peluang saha yang sangat menjanjikan untk dilakoni, sebut saja “Budidaya Jamur”. Selain rasanya yang memang enak jamur juga mengandung kadar bahan tertentu yang dibutuhkan tubuh. Tidak hanya hanya sebagai bahan biasa yang dibutuhkan tubuh jamur juga berfungsi sebagai antibiotik.
Manfaat dari peluang usaha ini sangatah besar dikarenakan usaha dibidang makanan akan selalu dibutuhkan oleh manusia. Selain itu buudidaya jamur juga bisa di bilang tidak sulit, bahkan cukup mudah karena idak terlalu membuutuhkn tempat yang besar serta cara pengelolaannya yang tidak memerlukan mesin canggih membuat peluang usaha ini masih terbuka lebar.
ISI
Membudidayakan jenis tanaman pakan untuk manusia ini bisa dibilang tidaklah sulit, selain cepat tumbuh juga tidak membutuhkan usaha yang terlalu besar. Dalam usaha ini biasanya untuk pemula hanya perlu membeli baklog atau media tanam jamur yang sudah siap panen atau tinggal ditunggu saja tumbuhnya dari pengusaha lain. Untuk kali ini adalah tahapan bagaimana kita menyiapkan jamur tersebut dari awal
Menyiapkan kumbung
Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Menyiapkan baglog
Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.
Cara merawat baglog
Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.
Panen budidaya jamur tiram
Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.
SOURCES
http://alamtani.com/cara-budidaya-jamur-tiram-putih.html
Download Peluang Usaha: Budidaya Jamur Enak Konsumsi dan Bergizi
test comment
BalasHapus